Senin, 17 September 2012

Durhaka Kepada Ibu Cukup Dalam Perut bag Ultimate


……

Janin pada dasarnya merupakan rahmat sekaligus amanah yang diberikan dan dibebankan oleh Allah kepada ibu hamil, amanah ini harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya agar anak lahir dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,..
Itulah AMANAH yang diberikan kepada Ibu Kita,
Sekarang kita menyambung kembali TOpik anget yang semanget..  BEKICOT..

Masih segar diingatan, bagaimana perjuangan Ibu saat mengandung?
Tubuh lemah dikarenakan berbagi “NAFAS”  dengan si buah Cinta kasih antara IBU dAN AYAH
Yang sedarinya Masih dalam proses didalam kandungan

Proses Didalam perut tidak hanya “itu “ saja
Selama masa kehamilan 
Dibeberapa bulan pertama kehamilan, kandung kemih (Vesika Uranaria) tertekan oleh uterus yang mulai membesar,  sehingga wanita hamil menjadi sering kencing (Poliuria). (Wiknjosastro, 1991:97).
Kalau ditanya berat badan beliau..
Jangan pada banyak Tanya lagi..
Karena kalau ditimbangan hitungannya bukan sendirian lagi , tapi berdua broo..
Dari referensi yang ane dapatkan tambah kira-kira 6,5 – 16, 5 kg, rata-rata 12,5 kg (Wiknjosastro, 1991 : 99-100).,#kenaikan berat badan ini terjadi terutama pada usia 
kehamilan 20 minggu terakhir.

9 bulan pun berlalu dengan cepat..
Pada saat ini bayi sudah hampir siap untuk lahir, sang ibu pun merasakan penderitaan yang cukup berat. Selama beberapa jam, ibu hamil akan merasakan nyeri yang luar biasa,
Disini akan diuraikan bagaimana ilustrasinya
Pada waktu kepala janin telah hampir keluar dari jalan lahir,
Pemotongan jalan lahir (perineum) dengan gunting kadang-kadang dilakukan yang istilah dokter episotomi. Episotomi ini untuk memperluas jalan lahir.
Rasa nyeri yang terjadi pada waktu episotomi ini biasanya tidak disadari oleh wanita yang melahirkan karena teralihkan (tertutup) oleh rasa nyeri pada waktu mengeluarkan janin. (Prabowo, 1989: 188) 
# afwan ane sebenarnya gak ngalamin kok, hanya  nulis sesuai referensi yang ada.

Setelah selesai, tahap selanjutnya
Pendarahan , yang dapat terjadi pada waktu melahirkan. Setelah plasenta lahir, masa kritis yng dihadapi oleh ibu masih ada pada kala IV. Pendarahan dapat terjadi pada kala ini. Penyebab utama pendarahan adalah kontraksi uterus yang kurang baik (Praptohardjo, 1989: 50-51).
SUBHANALLAH..
Pantas saja ALLAH SWT memerintahkan kita (Anak) Ibu ataupun ibu kita juga (Anak Nenek) atau nenek kita (anaknya Datuk Kita) atau dan seterusnya… sampai nasab Nabi Adam & Siti Hawa # Cekak.. Jauh bro.. gue baru tahu kalau  kita keterunan NABI SEMUA.. J
Yang semuanya berbakti kepada Orang TUA dan keluarga
“FAMILY”
FATHER MOTHER I LOVE YOU

Referensi :
Husairi, A. 2006: Kontribusi Embriologi dalam penetapan hokum Fiqih Kehamilan. Pustaka Banua. Banjarmasin.
Moore, Kl dan zindani, AMA Az- 1983: the Devoloping Human Clinically Oriented Embryology with Islamic additions Corellation Studies with Qur’an and Hadith. Dar Al-Qiblah, Jeddah.
Muslim. 1998: Shahih Muslim Cetakan I. Dar al-Kutub al-ilmyah, Beirut.
Uwaidah, KM 2004: Fiqih Wanita. Penerjemah: Ghoffar EM, MA.Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.
Wiknjosastro, H. 1989: Tenaga Persalinan dalam Wiknkosastro, H dkk (eds.) : Ilmu bedah Kebidanan p.p 19-28. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MARI KITA SHARING

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...