Kamis, 15 Desember 2011

RUMUS KEHIDUPAN

***********************************************************

RUMUS KEHIDUPAN


Rumus Fisika memiliki makna yang dalam mengenai kehidupan, Mengenai Usaha (W) = F (gaya) . s (perpindahan) , dimana Sebesar apapun Gaya (F) nya kalau s nya 0 ,maka Usaha dianggap sia2 (nol), begitu juga kehidupan, berbagai kebaikan lakukan utk kebaikan kepada Orang lain, akan tetapi kita sendiri tidak keamjuan sama sekali), maka Usaha kita bisa dikatakan sia2..
so.. ada agi rumus yg bikin Kita menjadi mahasiswa berkarakter check'dot..

KOnon yang Paling Sulit yg dilakukan adalah menjaga kontunuitas komitmen atau dalam beribadah atau Organisasi atau melakukan sesuatu kebaikan

KOmitmen akan hadir kalau kita merasakan "nilai kebutuhan"

Lantas

"RUMUS KEBUTUHAN"

apa???

RUMUS Kebutuhan= "Kita Mendapatkan atau Mengetahui Nilai Manfaat dari aktivitas yg kta lakukan" (inspirasi Menjaga Komitmen)

sering kita mengucapkan "Kita tidak wajib makan tapi kita butuh makan", kita akan memenuhi kebutuan tsb kapanpun, dan dimanapun berada.
so...
kalau kita ingin ttp komitmen atau istiqomah dalam melakukan kebaikan, maka capailah nilai kebutuhan dengan mengetahui nilai manfaat yg kita lakukan.semoga kita termasuk Insan yg Pintar dalam mengetahui nilai kebutuhan suatu kebaikan,, Karena ciri Allah sayang dengan hambanya adalah Di Mudahkannya kita dalam melakukan Kebaikan..

*********************************************************


Fisika selalu di identikan dengan rumus2 dalam pelajarannya, tapi ternyata rumus difisika bukan sembarang rumus saja, akan tetapi bisa diaplikasikan dalam kehidupan, misalnya saja seperti Stres = F/A dimana F = gaya/cobaan dan A(luas penampang hati kita menerimanya, semakin besar A, maka stress yg kita alami akan semakin kecil, tapi sebaliknya semakin kecil A dari F, mka jadi orang Stress ...

ada lagi Rumus mengenai "Penyesalan" dimana

"KENAPA MENYESAL"

Rumus Penyesalan = melakukan sesuatu tapi tidak maksimal... (Mari Kita sempurnakan Ikhtiar, Karena dibalik kesungguhan , Insyallah terdapat Hikmah dan anugrah didalamnya

****************************************************************


Rumus Kehidupan

"Tekad/Potensi"

seperti Persamaan : E = M X c^2 (Rumus Relativitas Einstein) SETIAP iNSAN mEMILIKI cAHAya (c), pada dirinya, dengan kuatnya "tekad/cahaya") (c) " maka akan mengkuadratkan Kekuatan Energi (E) pada dirinya, untuk menghasilkan cita2 yg Ingin dicapainya.. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan... ALAM NASYRAH (5-6) />Bersambung...
Read More..

KUNCI KEHIDUPAN

Berikut ini renungan dalam kehidupan yang kita jalani.,., semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap Episode kehidupan yang dipersembahkan-nya dengan segala cinta.,.,^^


KENAPA AKU DIUJI?



Surah Al-Ankabut ayat 2-3

* Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan :" Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang2 sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?



Surah Al-Baqarah ayat 216

* Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.


KENAPA UJIAN SEBERAT INI?



Surah Al-Baqarah ayat 286

*Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.


RASA FRUSTASI?



Surah Al-Imran ayat 139

* Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang2 yang beriman.


BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?



Surah Al-Imran ayat 200

* Hai orang2 yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.


BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?



Surah Al-Baqarah ayat 45

* Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang2 yang khusyu'.




APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?



Surah At-Taubah ayat 111

* Susungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?



Surah At-Taubah ayat 129

* Cukuplah Allah bagiku; tidak ada ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.


AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!

Surah Yusuf ayat 87

* dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Surah An-Nisaa' ayat 86

*Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Susungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.


SUBHANALLAH.,.,!!!!

*Mari kita berbenah dan terus berbenah.,., untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita.,.,^^
dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah.,.,
Diamanapaun. kapanpun dan dengan siapapun.,.,selama Allah SWT menjadi".,.,Just the One goal.,." InsyaAllah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.



Tentunya banyak problema2 kehidupan yang kita hadapi, baik itu berupa ujian, cobaan, peringatan, dll., baik berupa kesenangan, kesengsaraan,dll yang tentunya kesemua itu memiliki tujuan agar kita kembali kejalanNya., sebagaimana kita terus berdoa dalam shalat dalam surah Al-Fatihah " Ih dinassiraatal mustaqiim (tunjukanlah aku jalan yang lurus) dan tentunya segala problema tersebut juga punya pegangan dalam menghadapinya.,., agar kita tetap dalam jalnNya.,., sebagaimana Rasulullah bersabda : Telah aku wasiatkan 2 pusaka kepada umatku yang bila mereka berpegang teguh kepada keduanya, maka tidak akan sesat untuk selama-lamanya yakni Al-Quran dan Al-Hadist.,., wallahu'alam .,.,^^
Read More..

Mereka Ada Di Mana-mana

Gepeng atau Gelandang dan pengemis seperti dua sisi mata uang yang berbeda, di satu sisi mereka perlu di sikapi karena kemalasannya, tapi sisi lain juga perlu dikasihani, apalagi di bulan ramadhan dan idul fitri banyak derma dari masyarakat yang semakin meningkat.

Hal ini sudah menjadi masalah rutin yang dihadapi bangsa kita, bahkan di dunia sekalipun, tentunya mengapa mereka memilih profesi seperti ini, masalah pendidikan, pekerjaan dan ekonomi yang menjadi alasan utama mereka.

Pendidikan yang rendah menyebabkan rendahnya pula kreativitas dan inovatif mencari nafkah dengan cara yang lebih terhormat , karena kurangnya inovatif sehingga kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan kemudian ditambah lagi tuntutan serta kebutuhan hidup yang semakin meningkat serta ekonomi yang di bawah rata-rata menyebabkan profesi gepeng menjadi pilihan bagi mereka, selain ketiga factor tersebut masih banyak lagi factor-faktor lainnya seperti low skill, didikan orang tua , dll






Jika hanya dirazia, ditahan, ditertibkan, sampai dimaki-maki segala maka tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan bisa tambah parah, suatu masalah diperlukan suatu solusi yang tepat guna menyelesaikan masalah tersebut. Indonesia sebagai Negara muslim terbesar di dunia, sebenarnya sudah memiliki solusi yang bagus bila penanganannya berjalan efektif.



Islam mengajarkan kepada kita semua untuk bekerja keras dan bersabar dalam menghadapi kehidupan ini, sebagaimana hadist Rasul “Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah”,



meskipun ada saja saudara kita yang serba kekurangan, semua pihak memiliki peran serta untuk saling membantu menyelesaikan masalah ini, baik membantu dari segi ilmu (siraman rohani, motivasi, dsb) maupun materi. Zakat adalah salah satu solusi alternative agar saudara-saudara kita tidak menjadi gepeng, dengan penanganan yang efektif berupa bantuan langsung atau melalui lembaga atau badan yang menangani hal itu.

Peran pemerintah dalam menindak lanjuti para gepeng pun, jangan hanya sekedar pendataan, tahanan,dan himbauan saja, akan tetapi ada baiknya bila mereka itu dilatih keterampilan atau skillnya bisa melalui suatu lembaga atau yayasan yang secara khusus memberikan pendidikan dan keterampilan agar mereka bisa hidup mandiri karena mereka tak hanya butuh sekedar makan saja, tetapi juga perlu ilmu atau keterampilan untuk menghadapi tuntutan zaman.

semua akan terlihat sulit jika tidak ada tindakan nyata. semua akan pincang sebelah jika tidak ada kerjasama semua pihak, semoga masalah ini bisa kita pecahkan bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana syair “idul fitri :

“Minal Aidzin Wal faidzin Maafkan lahir dan latin Selamat para pemimpin Rakyatnya makmur terjamin”

amin ya rabb.
Read More..

Selasa, 10 Mei 2011

4 Keadaan Darurat Bikin Ingat Allah

Assalamu"alakum

..Kehadiran sang Pencipta..Akan menjadikan Diri Manusia Terasa Dekat dan bersemangat dalam menghadirkan di dalam Diri.
Terinspirasi dari buku Laa Tahzan Karangan Dr Aidz dan Laa Tahzan For teen...
Dalam bentuk MP3 yang Insyallah Bermanfaat bagi kita semua ..apalagi diiringi dengan Musik Esq yang Keren abbizzzzz.  .

Download : MP3 Jangan Bersedih 4 keadaan Darurat.mp3

> buat membersihkan Diri, bai Jasmani maupun rohani..

Read More..

Belajar Tilawah Bagi Pemula

Asslam.. mendengarkan tilawatil Qur'an yang dlantunkan qori atau qori'ah..
membuat bergidik n takjub dengan firman Allah.. Bagi yang mau belajar baca tilawatil Qur'an baik pemula maupun yang dah profesional Tafadol di Download Link dibwah ini..^_^ Insyallah bermanfaat ole ust Muammar ZA

Simple.mp3

Pelajaran Pertama :
Pelajaran 1
Pelajaran 1B
Pelajaran kedua :
A
& B
Pelajaran ketiga :
A & B
Pelajaran keempat :
A & B
Pelajaran kelima :
A
Read More..

Jumat, 05 Februari 2010

Waktu Bukanlah Uang

Waktu adalah uang


Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3)
(al ashr 1-3)

Begitu pentingnya masa (usia) itu, hinggakan Allah bersumpah dengannya. Sehubungan dengan hal ini, Imam Syafi’i pernah mengatakan:

“Jika sekiranya Al-Quran itu terdiri daripada satu surah saja, maka surah Al-’Asr sudah cukup untuk menjadi pedoman kehidupan manusia.

dalam suatu riwayat ,seorang khalifah islam Umar bin Abdul Aziz. Suatu malam, karena sangat lelah, Umar menolak kunjungan seorang warga. “Esok pagi saja!” ucapnya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia bisa lebih segar sehingga urusan bisa diselesaikan dengan baik.

Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran Khalifah kelima ini. Warga itu mengatakan, “Wahai Umar, apakah kamu yakin akan tetap hidup esok pagi?” Deg. Umar pun langsung beristighfar. Saat itu juga, ia menerima kunjungan warga itu.

peluang dalam mengerjakan kebaikan lambat laun akan hilang seiring berjalannya waktu.. masa bayi, kecil, remaja, dewasa, dan bahkan ketika menjadi tua..


Tak banyak yang sadar, begitu banyak peluang menghilang

Kadang, seseorang menganggap biasa mengisi hari-hari dengan santai, televisi, dan berbagai mainan. Bahkan ada yang bisa berjam-jam bersibuk-sibuk dengan video game. Sedikit pun tak muncul rasa kehilangan. Apalagi penyesalan.

Padahal kalau dihitung, amal kita akan terlihat sedikit jika dibanding dengan kesibukan rutin lain. Dengan usia tiga puluh tahun, misalnya. Selama itu, jika tiap hari seorang tidur delapan jam, ternyata ia sudah tidur selama 87.600 jam. Ini sama dengan 3.650 hari, atau selama sepuluh tahun. Dengan kata lain, selama tiga puluh tahun hidup, sepertiganya cuma habis buat tidur.

Jika orang itu menghabiskan empat jam buat nonton televisi, setidaknya, ia sudah menonton televisi selama 43.200 jam. Itu sama dengan 1.800 hari, atau lima tahun. Bayangkan, dari tiga puluh tahun hidup, lima tahun cuma habis buat nonton teve. Belum lagi urusan-urusan lain. Bisa ngobrol, curhat, ngerumpi, jalan-jalan, dan sebagainya.

Lalu, berapa banyak porsi waktunya buat ibadah? Kalau satu salat wajib menghabiskan waktu sepuluh menit, satu hari ia salat selama lima puluh menit. Ditambah zikir dan tilawah selama tiga puluh menit, ia beribadah selama delapan puluh menit per hari. Jika dikurangi sepuluh tahun karena usia kanak-kanak, ia baru beribadah selama 1.600 jam. Atau, 1,8 persen dari waktu tidur. Atau, 3,7 persen dari lama nonton teve. Betapa banyak peluang yang terbuang. Betapa banyak waktu berlalu tanpa nilai. sedangkan dalam FirmanNya : “ Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya beribadah kepadaKu.”[QS Ad Dzariyaat 56]. sungguh
Maha Benar Allah dalam firman-Nya,

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” (Al-Ashr: 1-3)


Tiap yang bernyawa pasti mati. Termasuk, manusia. Kalau dirata-rata, usia manusia saat ini tidak lebih dari enam puluhan tahun. Atau, setara dengan dua belas kali pemilu di Indonesia. Waktu yang begitu sedikit.

Ibnu Quddamah RA, menasihati kita untuk selalu menghargai waktu. “Ketahuilah, waktu hidupmu terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desah nafas akan mengurangi bagian dari dunia. Setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya, “. Demikian ucap Ibnu Quddamah. Dia melanjutkan bahwa satu desah nafas bila digunakan untuk kebaikan, bisa berharga ribuan tahun dalam kenikmatan. Tapi sebaliknya, satu desah nafas bisa menciptakan kesengsaraan ribuan tahun. “Jika engkau memiliki mutiara dunia, engkau pasti sangat terpukul saat mutiara itu hilang. Bagaimana engkau bisa menghilangkan mutiara akhirat dan kebahagiaanmu dengan menyia-nyiakan jam demi jam dan waktu- waktumu? Bagaimana engkau bisa bersedih bila kehilangan usiamu tanpa ada yang bisa menggantikannya?”.

Saatnya buat orang-orang beriman memaknai waktu. Biarlah orang mengatakan waktu adalah uang. Orang beriman akan bilang,

“Waktu adalah pahala!”



sebuah syair ahli hikmah mengatakan :

“Aku tangisi zaman muda yang telah pergi. Wahai kiranya muda, bilakah akan kembali lagi kepada kami? Sekiranya muda dapat dijual, maka akan ku bayar kepada penjualnya berapapun harga yang dikehendakinya. Tetapi masa muda itu, bila dia telah pergi menjauh, maka dia tidak akan kembali lagi…”

"menyia-nyiakan waktu itu lebih berbahaya ketimbang kematian. “Kematian hanya memisahkan kamu dari dunia dan penghuninya. Tapi menyia-nyiakan waktu akan memisahkanmu dari Allah dan akhirat…”.


marilah kita sama-sama merenungi,.,.,
waktu yang sudah kita lalui.,.,.



Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasuh wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri :


1.Lihatlah kepala kita!

Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?


2. Lihatlah mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Lihatlah telinga Kita!



Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Lihatlah hidung Kita!


Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?


5. Lihatlah mulut kita!


Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?


6. Lihatlah tangan Kita!


Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?


7. Lihatlah kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Lihatlah dada Kita!
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Lihatlah diri kita

Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?


Semua yang diberikan Allah swt hanyalah titipan, dan sewaktu-waktu dan kapan saja bisa diambilNya,
di dunia kia hanyalah penghutang, yang sewaktu-waktu hutang itu akan ditagih bila waktunya tiba, didunia kita hanalah seorang hamba sahaya, yang semestinya patuh dan taat kepada tuannya (ALLAH SWT), 
di dunia kita diberikan rasa cinta, yang diamanahkan untut memberikan Warna yang indah dan menemukan Hakikat Cinta sejati.. Yakni kepada Ilahi Rabbi.. wallahu'alam..
Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...